Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 September 2014

Awas, 10 Makanan Ini Dilarang Masuk Kulkas

Senin, 15 September 2014 | 18:47 

Awas, 10 Makanan Ini Dilarang Masuk Kulkas Tomat (sumber: News Au) 

Kulkas, atau lemari pendingin dianggap tempat paling tepat 'mengawetkan' sayur, buah, dan makanan lain. "Biar lebih segar juga, enggak cepat layu. Kalau susu sama telur kan memang harus di kulkas," kata Mona (28), seorang ibu rumah tangga kepada Beritasatu.com, Senin (15/9). 

Anggapan tersebut tak sepenuhnya salah. Tapi, mulai sekarang Anda harus lebih teliti, karena tidak semua bahan pangan cocok disimpan dalam lemari pendingin. 

Dilansir laman Idiva, inilah 10 makanan yang sebaiknya berada pada suhu ruang. 

1. Tomat Pendinginan tomat membuat kadar air di dalamnya meningkat, mengurangi nilai gizi, dan menguras kandungan antioksidan. Lebih baik, belilah tomat secukupnya dan tetap letakkan di luar kulkas. 

2. Kentang Kentang yang disimpan dalam kulkas akan mengurangi kadar protein yang baik bagi kesehatan tubuh. Pada suhu ruang, kentang mampu bertahan hingga tiga minggu. Atau, jika mau lebih awet, bungkus kentang menggunakan kertas. 

3. Bawang merah Seperti tomat, bawang merah akan menjadi lembek bila disimpan dalam lemari es. Aroma yang kuat dari bawang juga akan meresap ke bahan-bahan lain di sekitarnya, sehingga dapat merusak aroma asli. 

4. Kopi Kopi akan kehilangan rasa dan aroma bila berada dalam suhu dingin. Kadar kafeinnya pun bisa berubah. Untuk itu, kopi bubuk atau biji kopi harus selalu disimpan di suhu kamar. 

5. Minyak Semua jenis minyak harus berada di luar kulkas. Hal ini karena minyak akan menggumpal jika disimpan pada temperatur rendah. Untuk mencairkannya lagi pun butuh waktu lama. 

6. Bawang putih Sama seperti bawang merah, bawang putih pun akan lembek jika disimpan dalam kulkas. Tekstur rasanya pun berubah jadi asam, serta merusak komposisi gizinya. 

7. Madu Madu merupakan bahan alami yang tidak perlu diawetkan oleh apapun. Ketika disimpan dalam lemari pendingin, akan terbentuk kristal gula yang menyulitkan untuk dikonsumsi. 

8. Melon Buah ini terbilang unik. Jika sudah dipotong, melon wajib disimpan dalam kulkas. Tapi, jika masih dalam bentuk utuh, harus berada pada suhu ruang untuk menjaga kandungan antioksidannya tetap tinggi. 

9. Roti Beberapa jenis roti bakal membeku jika disimpan pada temperatur rendah. Hal ini dapat merusak tekstur, rasa, dan aroma. 

10. Sayuran herbal Seperti daun mint, rosemary, oregano, daun ginseng, akan lebih baik disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruang. Menyimpannya di kulkas hanya akan mempercepat pembusukan.   

Penulis: Firda Puri Agustine/FIR 

Sumber :  Idiva

Sabtu, 20 Oktober 2012

KONSUMSI ORGANIK: Mencegah Percepatan Pengurangan Usia.

Bagi anda yang tidak sedang  gila, pernahkah anda menyadari ketidak sadaran anda, bahwa anda telah memberi andil atas percepatan pengurangan usia pakai tubuh anda....?. Mungkin ini terdengar aneh atau sekedar olok-olokan, sebab tidak akan ada manusia yang berupaya mengurangi usia atau mempercepat kematiannya. Tidak percaya..?. Cobalah lakukan penelitian ilmiah.
Secara umum tubuh manusia terdiri atas triliunan sel-sel yang melakukan persekutuan yang rumit dengan dinamis menurut fungsi dan kekuatan sel-sel tersebut. Dengan kata lain sel-sel tersebut melakukan Symbiosis Mutualisme dan mengorganisasikan diri menurut daya magnetik yang di miliki oleh sel-sel tersebut, yang mewujudkan sebuah bentuk yang bernama Manusia. Susunan sel-sel ini begitu rentan sementara kita tak menyadarinya bahkan cenderung membuatnya meregenerasi diri lebih cepat. Dan tentu saja proses ini membutuhkan asupan energi yang cukup.
Regenerasi sel ini terjadi setiap saat, semakin cepat sebuah sel mengalami kerusakan atau kematian semakin sering pula proses ini terjadi. Semakin sering regenerasi sel terjadi, maka semakin banyak pula energi yang terserap untuk proses ini, yang tentu saja mengurangi stock energi untuk menjaga dan merawat kelangsungan hidup sel-sel tubuh tersebut. Bayangkan, bila kita mengalami luka bakar karena api rokok atau karena terluka oleh barang tajam, lalu kita mengeluarkan energi kita dalam bentuk uang untuk membeli salep oles atau obat-obatan lainnya, tetapi sel yang rusak atau mati karena api dan benda tajam tersebut tidak akan pulih kembali, sel ini harus di gantikan oleh sel yang baru. Jadi berapa banyak energi yang harus di keluarkan untuk ini, energi dalam tubuh serta cadangan energi dalam bentuk material. Seandainya peristiwa tersebut tak terjadi, sel-sel tubuh kita tak akan rusak atau mati sebelum saatnya, sehingga cadangan energi untuk kehidupan sel-sel ini dapat tersedia secukupnya, serta uang pembeli salep atau obat lainnya dapat di gunakan untuk membeli cadangan energi yang baik dan sehat guna merawat dan menjaga kehidupan sel-sel tubuh secara maksimal.
Energi yang di gunakan oleh sel-sel ini untuk hidup dan meregenerasi diri berasal dari makanan yang kita konsumsi. Coba bayangkan bila pola hidup kita dalam hal makan ini tannpa pernah mempertimbangkan unsur kesehatan dan kandungan bahan makanan tersebut. Apalagi bila memilih bahan makanan sehari-hari ini hanya di dasarkan dengan melihat  penampilan fisiknya yang bagus. Karena di masa sekarang masih banyak bahan kebutuhan sehari-hari khusunya pangan yang perawatannya dari saat baru di tanam hingga siap panen di lakukan dengan menggunakan bahan kimia/racun, yang tentu saja mengakibatkan bahan makanan tersebut memiliki residu kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Residu kimia ini akan di serap dan menumpuk di dalam tubuh kita, sehingga energi yang di hasilkanpun akan tercemari. Bila ini di konsumsi secara terus menerus mengakibatkan tumpukan residu kimia yang semakin tinggi, maka semakin banyak sel-sel yang teracuni dan mati, yang berarti semakin banyak pula energi yang terkuras untuk meregenerasi sel-sel ini. Hingga pada ambang batas tertentu akibat dari unsur kimia yang berlebihan dalam tubuh ini memberi dampak bagi kesehatan manusia dalam bentuk penyakit yang berbahaya.
Kini dapatkah anda bayangkan dan menyadari bahwa tanpa di sadari anda turut memberi andil pada percepatan pengurangan usia pakai tubuh anda melalui pola hidup yang kurang baik dan tidak sehat ????. 
Olehnya sejak sekarang kita harus merubah kebiasaan hidup yang kurang sehat tersebut, salah satu cara yang baik adalah dengan memilih bahan makanan yang aman bagi kesehatan dan tubuh kita. Apalagi saat ini telah banyak berkembang dan tersedia bahan makanan yang di hasilkan dari kebun atau sawah organik yang aman bagi kesehatan manusia karena tidak mengandung residu kimia, sejingga bila di konsumsi akan mengjasilkan energi yang positif bagi kehidupan sel sel tubuh kita, dan karenanya tidak di perlukan pengeluaran energi untuk rehabilitasi dan regenerasi sel yang rusak dan mati sebelum waktunya.